
Ya, seorang teman arsitek saya marah ketika membaca tulisan ini.Apa maksudnya arsitektur sepotong, seperti sepotong kue yang dihidangkan.Hmmm
Sebagai seorang arsitek mau tidak mau kita harus berhadapan dengan berbagai macam klien, yang terkadang cukup memaksa kita beripikir keras. Dan ada juga yang bertipe seperti klien saya yang memberikan saya "Arsitektur Sepotong".Maksudnya?????
Salah seorang klien saya sangat tertarik dengan dunia arsitektur, (karena suaminya juga seorang arsitek)sehingga dia banyak memiliki potongan - potongan kliping karya arsitektur.Yang tentu saja dia memotongnya (baca mengambilnya) dari majalah - majalah arsitektur yang cukup banyak beredar di pasar.
Namun sayangnya (kalo basa guru besar saya jaman kuliah "cilakaknya") semua potongan arsitektur tersebut hanya menunjukkan view- view dan sudut - sudut tertentu dari bagian sebuah arsitektur yang terkadang memaksakan diri (istilah dari teman -teman arsitek saya mengenai artikel - artikel pada majalah - majalah arsitektur yang beredar di pasar). Jadi benar - benar bukan Sepotong Arsitektur namun Arsitektur Sepotong.
Ya, begitu juga klien saya tersebut.Dia ingin menampilkan potongan - potongan arsitektur yang dia miliki ke dalam desain arsitektur rumahnya. Jadilah saya sebagai seorang arsitek dipaksa berpikir keras untuk menyatukan semua potongan tadi (yang sebagaian memiliki langgam berbeda dan masa berbeda). Dan hasilnya adalah sebuah desain Arsitektur Sepotong, yang harus diakui cukup mengarah ke ekletik.
Kamis, 07 Oktober 2010
Arsitektur Sepotong
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 01.07 0 komentar
Senin, 20 September 2010
Plagiat

Dunia Arsitektur yang nyata terkadang membuat kita sebagai arsitek merasa sedih.Dikarenakan antara karya satu dengan yang lain boleh dibilang saling meniru (dalam bahasa kerennya plagiat). Cobalah tengok desain perumahan - perumahan yang banyak di Surabaya ini.Antara satu dengan yang lain boleh dibilang hampir sama.
Ya, hal ini pernah saya alami ketika seorang saudara saya meminta meniru desain sebuah rumah yang pernah dia lihat dan difoto .Dia hanya meminta saya membantu mendesain denahnya saja.Tapi tampak depan dia buat sendiri mengikuti tampak tersebut.
Meskipun dengan berat hati, akhirnya saya desain juga.Namun tetap saja saya lakukan perubahan - perubahan pada desain tampak depannya.Karena saya ingin mendesain karya yang berbeda meskipun ukuran lahan, dan kebutuhan ruang yang sama.
Sebagai arsitek saya sedih, marah, kecewa.Namun ternyata semua teman saya sesama arsitek pernah mengalami hal yang sama.
Meski pada akhirnya desain yang keluar berubah cukup banyak dari yang diinginkan saudara saya.Tetap saja saya kecewa, karena dalam hati saya merasa desain ini berdasarkan karya lain.
Teman - teman saya berkata, toh desain akhirnya juga tidak sama dengan yang dicontoh.Tapi tetap saya saja sebagai arsitek saya kecewa. Karena plagiat tidaklah sama dengan inspirasi desain.
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 20.52 0 komentar
Senin, 30 Agustus 2010
Split Level


Hmmm, ya terkadang untuk menghemat ruang.Atau dikarenakan luasan lahan yang cukup mungil, ada beberapa owner saya yang menyiasatinya dengan sistem "Split Level" .
Namun, jika kita terbiasa di lapangan, orang2 lapangan (dalam pengertian pekerja kasar, mandor, dll) biasa menyebutnya sebagai "rumah banci".
Ya, sedikit aneh memang.Namun bisa dimaklumi karena rumah split tidak bisa dibilang 2 lantai, namun juga tidak bisa disebut 3 lantai. Beberapa owner saya memilih sistem ini karena kebutuhan ruang dan desain arsitektural mereka cukup banyak sedangkan luasan yang ada cukup mungil.
Dari segi tampilan arsitekturnya, sistem split tidak akan mengganggu tampak keseluruhan dan malah memberi sebuah aksen yang berbeda dengan bangunan sekitarnya.
Salah satu desain split saya adalah rumah Bapak Leo Herlambang (terima kasih atas kesediaannya)yang terletak di Florence J9-02, Pakuwon City, Surabaya.
Desain ini memberikan warna arsitektural baru bagi lingkungan sekitarnya yang cenderung padat dan mungil.Karena sistem split yang dipakai mampu menjadi aksen yang berbeda dan benar2 baru bagi existing sekitarnya.
Rumah Bapak Leo saat ini sedang dalam tahap pembangunan, seandainya anda berkesempatan silakan mampir untuk melihat-lihat.
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 19.09 0 komentar
Selasa, 27 Juli 2010
Desain Patungan


Desain Patungan. Ya itulah kenyataan yang kadang harus dihadapi seorang arsitek. Desain Patungan yang saya maksudkan adalah sebuah desain arsitektur yang yang menggunakan beberapa arsitek (berasal dari kantor berbeda dan belum pernah sekalipun bertemu muka).
Hmm, jadi ya saya pegang ada yang denah, ada yang pegang tampak. Semua terbagi - bagi. Hal ini pernah saya alami dengan seorang klien saya.Dia menggunakan 4 orang arsitek berbeda (termasuk saya).Semua desain diadu.Dia memilih yang terbaik. Namun ya masalahnya setiap desain berasal dari orang berbeda baik denah, tampak dan lainnya.
Dan kebetulan saya adalah arsitek yang ditunjuk untuk menyatukan semua desain itu. Menghasilkan desain baru yang meliputi semua desain pilihan klien saya. Dan hmm jadilah sebuah Desain Patungan
Sekedar pengetahuan desain patungan ini saya lampirkan. Alamat belum saya cantumkan karena masih proses.Hmm
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 21.11 0 komentar
Senin, 12 Juli 2010
Arsitektur Abadi


Terkadang seorang arsitek pasti pernah berhadapan dengan seorang klien yang boleh di bilang telah cukup berpengalaman. Memiliki usia lanjut dan telah berkali - kali mendesainkan rumah kepada beberapa arsitek dan membangun rumah.
Beberapa kali saya berhadapan dengan klien semacam tersebut. Terkadang sebagai arsitek muda, terdapat beberapa pengetahuan arsitektur yang saya pelajari darinya (harus sya akui dia cukup berpengalaman meskipun bukan seorang arsitek)
Dan berikut ini adalah salah satu desain arsitektur hasil kerjasama kami (kebetulan kami bekerjasama bebrapa kali).
Klien saya menyebut desain arsitektur ini sebagai Arsitektur Abadi, karena tidak akan pernah ketinggalan jaman, dan yang pasti dia bisa dengan mudah menjualnya lagi jika memang sudah ingin membuat yang baru.
Ya begitulah arti arsitektur abadi bagi klien saya, dibilang arsitektur klasik murni bukan, modern bukan dan yang pasti mampu bertahan lama (sehingga nilai jual tetap tinggi).Hmmmmmmm
rumah ini akan sgera dibangun di Tamap Puspa Raya A7-24, Citraland, Surabaya. Jika anda sempat silakan mampir untuk berkunjung.
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 20.11 0 komentar
Senin, 24 Mei 2010
'"Ekletik"

Ekletik, ya itulah salah satu prinsip arsitektur yang selalu diajarkan pada semua mahasiswa arsitektur.
Terkadang ia mampu menghasilkan sebuah arsitektur yang indah (bahkan sangat indah).
Namun terkadang juga malah menjadi bumerang.Sehingga lebih Mengesankan sebuah arsitektur yang "semau gue".
Pada saat memasuki dunia kerja, setiap arsitek pasti dihadapkan dengan masalah ini.Terkadang klien kami terlalu memaksakan prinsip (pengetahuan) arsitektur yang dimiliki dan sebatas yang dia pernah tahu. Sehingga terjadi ekletik yang "Semau Gue".
Seorang teman saya, yang kini memiliki sebuah kantor arsitektur besar mengatakan bahwa dia sudah berani menolak klien yang seperti ini.
Hmmm, namun hampir semua teman saya bahkan salah seorang dosen saya pernah mengatakan hanya di masa kuliah sajalah kita (para arsitek) sangat bebas berkreasi.Sesudah itu, masa kerja adalah masa sulit.Dimana terkadang seorang klien dengan pemahaman arsitektur yang sebatas dia tahu membuat arsitek menghasilkan sebuah "Arsitektur Yang Ekletik".
Saya pun pernah mengalaminya, dan inilah salah satu desain yang menurut saya "Ekletik".
Dibilang arsitektur Tropis bukan, dibilang arsitektur Minimalis juga bukan.Disini saya sebagai arsitek diharuskan berpikir keras untuk "Mengawinkan" prinsip prinsip arsitektur yang saya pegang dan pernah diajarkan dengan pemahaman atau pengetahuan arsitektur klien saya.
Saya tidak menolak klien saya.Namun saya merasa inilah salah satu prinsip "Arsitektur" yaitu "Ekletik".
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 21.22 0 komentar
Selasa, 04 Mei 2010
Serupa Tapi Harus Tak Sama


Hmm,itulah perasaan saya saat memulai desain rumah ini. Kebetulan klien saya telah beberapa kali melihat- lihat ke beberapa hasil desain saya yang telah terbangun. Dan dia cukup tertarik dengan salah satu desain saya. Jadi dia minta denah maupun tampaknya kalo perlu similar dengan desain yang dia lihat.hmmm
Sebagai seorang arsitek tentu saja hati kita menolak.Tiap desain memiliki karakteristik tersendiri yang khas dan setiap desain menghasilkan solusi yang berbeda satu sama lain.Itulah Prinsip arsitektur yang selalu kita pegang (semua teman arsitek saya mengamininya) dan diajarkan pada kita.
Akhirnya muncullah konsep "Serupa Tapi Harus Tak Sama".Seperti saudara kembar yang identik namun dalam perkembangannya memiliki nilai rasa dan estetika yang berbeda (dan juga fasad yang berbeda.......karena ukuran fisik berbeda).Hmm, untuk kali ini saya belum bisa memberikan alamat contoh desain saya ini demi menghormati privasi klien saya masing - masing.
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 00.21 0 komentar