

Hmmm, ya terkadang untuk menghemat ruang.Atau dikarenakan luasan lahan yang cukup mungil, ada beberapa owner saya yang menyiasatinya dengan sistem "Split Level" .
Namun, jika kita terbiasa di lapangan, orang2 lapangan (dalam pengertian pekerja kasar, mandor, dll) biasa menyebutnya sebagai "rumah banci".
Ya, sedikit aneh memang.Namun bisa dimaklumi karena rumah split tidak bisa dibilang 2 lantai, namun juga tidak bisa disebut 3 lantai. Beberapa owner saya memilih sistem ini karena kebutuhan ruang dan desain arsitektural mereka cukup banyak sedangkan luasan yang ada cukup mungil.
Dari segi tampilan arsitekturnya, sistem split tidak akan mengganggu tampak keseluruhan dan malah memberi sebuah aksen yang berbeda dengan bangunan sekitarnya.
Salah satu desain split saya adalah rumah Bapak Leo Herlambang (terima kasih atas kesediaannya)yang terletak di Florence J9-02, Pakuwon City, Surabaya.
Desain ini memberikan warna arsitektural baru bagi lingkungan sekitarnya yang cenderung padat dan mungil.Karena sistem split yang dipakai mampu menjadi aksen yang berbeda dan benar2 baru bagi existing sekitarnya.
Rumah Bapak Leo saat ini sedang dalam tahap pembangunan, seandainya anda berkesempatan silakan mampir untuk melihat-lihat.
Senin, 30 Agustus 2010
Split Level
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 19.09 0 komentar
Selasa, 27 Juli 2010
Desain Patungan


Desain Patungan. Ya itulah kenyataan yang kadang harus dihadapi seorang arsitek. Desain Patungan yang saya maksudkan adalah sebuah desain arsitektur yang yang menggunakan beberapa arsitek (berasal dari kantor berbeda dan belum pernah sekalipun bertemu muka).
Hmm, jadi ya saya pegang ada yang denah, ada yang pegang tampak. Semua terbagi - bagi. Hal ini pernah saya alami dengan seorang klien saya.Dia menggunakan 4 orang arsitek berbeda (termasuk saya).Semua desain diadu.Dia memilih yang terbaik. Namun ya masalahnya setiap desain berasal dari orang berbeda baik denah, tampak dan lainnya.
Dan kebetulan saya adalah arsitek yang ditunjuk untuk menyatukan semua desain itu. Menghasilkan desain baru yang meliputi semua desain pilihan klien saya. Dan hmm jadilah sebuah Desain Patungan
Sekedar pengetahuan desain patungan ini saya lampirkan. Alamat belum saya cantumkan karena masih proses.Hmm
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 21.11 0 komentar
Senin, 12 Juli 2010
Arsitektur Abadi


Terkadang seorang arsitek pasti pernah berhadapan dengan seorang klien yang boleh di bilang telah cukup berpengalaman. Memiliki usia lanjut dan telah berkali - kali mendesainkan rumah kepada beberapa arsitek dan membangun rumah.
Beberapa kali saya berhadapan dengan klien semacam tersebut. Terkadang sebagai arsitek muda, terdapat beberapa pengetahuan arsitektur yang saya pelajari darinya (harus sya akui dia cukup berpengalaman meskipun bukan seorang arsitek)
Dan berikut ini adalah salah satu desain arsitektur hasil kerjasama kami (kebetulan kami bekerjasama bebrapa kali).
Klien saya menyebut desain arsitektur ini sebagai Arsitektur Abadi, karena tidak akan pernah ketinggalan jaman, dan yang pasti dia bisa dengan mudah menjualnya lagi jika memang sudah ingin membuat yang baru.
Ya begitulah arti arsitektur abadi bagi klien saya, dibilang arsitektur klasik murni bukan, modern bukan dan yang pasti mampu bertahan lama (sehingga nilai jual tetap tinggi).Hmmmmmmm
rumah ini akan sgera dibangun di Tamap Puspa Raya A7-24, Citraland, Surabaya. Jika anda sempat silakan mampir untuk berkunjung.
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 20.11 0 komentar
Senin, 24 Mei 2010
'"Ekletik"

Ekletik, ya itulah salah satu prinsip arsitektur yang selalu diajarkan pada semua mahasiswa arsitektur.
Terkadang ia mampu menghasilkan sebuah arsitektur yang indah (bahkan sangat indah).
Namun terkadang juga malah menjadi bumerang.Sehingga lebih Mengesankan sebuah arsitektur yang "semau gue".
Pada saat memasuki dunia kerja, setiap arsitek pasti dihadapkan dengan masalah ini.Terkadang klien kami terlalu memaksakan prinsip (pengetahuan) arsitektur yang dimiliki dan sebatas yang dia pernah tahu. Sehingga terjadi ekletik yang "Semau Gue".
Seorang teman saya, yang kini memiliki sebuah kantor arsitektur besar mengatakan bahwa dia sudah berani menolak klien yang seperti ini.
Hmmm, namun hampir semua teman saya bahkan salah seorang dosen saya pernah mengatakan hanya di masa kuliah sajalah kita (para arsitek) sangat bebas berkreasi.Sesudah itu, masa kerja adalah masa sulit.Dimana terkadang seorang klien dengan pemahaman arsitektur yang sebatas dia tahu membuat arsitek menghasilkan sebuah "Arsitektur Yang Ekletik".
Saya pun pernah mengalaminya, dan inilah salah satu desain yang menurut saya "Ekletik".
Dibilang arsitektur Tropis bukan, dibilang arsitektur Minimalis juga bukan.Disini saya sebagai arsitek diharuskan berpikir keras untuk "Mengawinkan" prinsip prinsip arsitektur yang saya pegang dan pernah diajarkan dengan pemahaman atau pengetahuan arsitektur klien saya.
Saya tidak menolak klien saya.Namun saya merasa inilah salah satu prinsip "Arsitektur" yaitu "Ekletik".
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 21.22 0 komentar
Selasa, 04 Mei 2010
Serupa Tapi Harus Tak Sama


Hmm,itulah perasaan saya saat memulai desain rumah ini. Kebetulan klien saya telah beberapa kali melihat- lihat ke beberapa hasil desain saya yang telah terbangun. Dan dia cukup tertarik dengan salah satu desain saya. Jadi dia minta denah maupun tampaknya kalo perlu similar dengan desain yang dia lihat.hmmm
Sebagai seorang arsitek tentu saja hati kita menolak.Tiap desain memiliki karakteristik tersendiri yang khas dan setiap desain menghasilkan solusi yang berbeda satu sama lain.Itulah Prinsip arsitektur yang selalu kita pegang (semua teman arsitek saya mengamininya) dan diajarkan pada kita.
Akhirnya muncullah konsep "Serupa Tapi Harus Tak Sama".Seperti saudara kembar yang identik namun dalam perkembangannya memiliki nilai rasa dan estetika yang berbeda (dan juga fasad yang berbeda.......karena ukuran fisik berbeda).Hmm, untuk kali ini saya belum bisa memberikan alamat contoh desain saya ini demi menghormati privasi klien saya masing - masing.
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 00.21 0 komentar
Kamis, 25 Maret 2010
Konsep ?????

Hmmm, "Konsep-nya Apa?Tema-nya Apa?".
Saat di masa sekolah arsitektur,pertanyaan itulah yang paling sering saya dapatkan.
(saya yakin semua mahasiswa arsitektur pasti mengalami dan memahami).
Ya, "konsep" itulah yang paling penting bagi seorang arsitek dalam memulai desain (ato paling tidak itulah yang diajarkan kepada para arsitek).
Namun saat memasuki dunia nyata ternyata begitu berbeda. Konsep kita sangat dipengaruhi oleh klien (hampir semua teman arsitek saya sependapat), oleh pandangan mereka tentang arsitektur dan prinsip - prinsip arsitektur yang mereka pahami.
Terkadang kita harus berusaha keras untuk menyakinkan dan memahamkan tentang kepada para klien tentang "konsep desain kita". Karena Tema dan Konsep adalah jiwa dari sebuah desain arsitektur dimana dia pasti berbeda antara desain satu dengan laennya.Berusaha keras untuk memahamkan prinsip - prinsip arsitektural terhadap sebuah desain (baca kepada setiap klien) agar terwujud sebuah arsitektur yang benar - benar arsitektur.
HMmm, tapi pada kenyataannya tetap saja pada akhirnya kita ambil jalan tengah.Yakni tetap menggunakan Konsep yang diberikan klien dan menyatukannya dengan kaidah Tema dan Konsep kita. Dimana pada akhirnya beberapa cenderung menjadi "Ekletik" (hampir semua teman arsitek saya mengamini kesimpulan ini).
Seperti salah satu desain saya ini,yang berada di Villa Royal C2-20, Pakuwon City ini, yang akan segera dibangun.Cukup lama menggabungkan dan menyelaraskan konsep sya dengan konsep klien saya. Dan akhirnya boleh dibilang agak ekletik.
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 01.56 0 komentar
Rabu, 03 Maret 2010
Feng Shui bertentangan dengan Islam?


Pertanyaan itu sering diajukan ke saya oleh hampir semua orang, baik owner ,kenalan, maupun saudara.
Sebagaian klien saya yang "maaf" kebetulan muslim sering menanyakan hal itu.mereka menganggap Feng Shui berlawanan dengan Islam.
Berikut ini jawaban yang selalu saya sampaikan kepada mereka:
"Kebetulan juga, saya adalah seorang Muslim dan saya adalah seorang Arsitek.Jadi tidak mungkin saya menggnakan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan saya.
Feng Shui yang saya gunakan disini adalah Feng shui yang meliputi ilmu tata letak dan tampilan (bukan magis).Dimana kita harus menghubungkannya dengan kaidah - kaidah arsitektur(dalam arti bisa dibuktikan prinsip arsitekturalnya)yang tentu saja tidak bertentangan dengan keyakinan saya sebagai seorang Muslim.
Sedangkan pemahaman Feng Shui yang berhubungan dengan "keyakinan" laen yang bukan merupakan kaidah arsitektur semaksimal mungkin saya hindari. Namun tentu saja terkadang hal itu menyangkut keyakinan klien.Dimana kasus yang sama sering dihadapi arsitek saat mendesain menyesuaikan keyakinan "Ilmu Jawa" atau keyakinan laen yang dianut para klien.
Jadi saya kira bukan keyakinannya yang kita terapkan.Namun Prinsip- prinsip dan kaedah arsitekturnya-lah yang kita gunakan sebagai dasar mendesain.
Oleh karena itu saya lebih menyebutnya Arsitektur Feng Shui (bukan hanya Feng Shui)"
Contoh denah berikut adalah satu dari denah saya yang menggunakan Feng shui (sebagaian besar denah saya menggunakan Feng Shui).Dan saya selalu membuat denah hanya berupa sket tangan yang saya pindah ke Autocad, tanpa membuat denah 3d karena menurut saya denah sketsa sangat efektif bagi seorang arsitek.Dan sangat membantu bagi pemahaman klien.
Diposting oleh "Arsitektur Rumah Kita" di 21.30 0 komentar