Minggu, 30 Januari 2011

Dapur Kecil Mungil Nan Efisien




Beberapa waktu terakhir ini, saya sering menerima desain Interior.Salah satu yang terbaru saya desain adalah sebuah dapur. Dimana boleh dibilang dapur ini cukup mungil, hanya berukuran 3X4 saja atau kurang lebih 12m2.
Klien saya adalah seseorang yang cukup perfectionis, karena telah lama tinggal di Hong Kong.
Bagi seorang arsitek seperti saya Desain Interior bukan hanya tatanan dan bentuk furniture atau ornamen saja.Namun sebuah desain interior juga merupakan bagian dari desain arsitektur rumah secara keseluruhan.
Desain Interior sebuah ruangan kecil harus telah dipikirkan saat kita mendesain Arsitekturnya baik denah, tampak maupun potongannya.Sehingga letak perabot, bentuk furniture dan ornamen2 interior yang ada
dibentuk dari ruang arsitekturnya (kalo jaman kuliah disebut "Form Follow Function")bukan sebaliknya.
Sehingga efisiensi interior yang ada akan tercapai maksimal. Sebagai contoh Desain Interior dapur mungil ini. Bukan furniture atau ornamennya yang ditonjolkan tapi efisiensi dapur itu sendiri. Tampilan interior yang cantik akan terbentuk dengan sendirinya karena tampilan arsitektur yang telah didesain dengan tepat.

Minggu, 26 Desember 2010

Klasik Eropa



Ya, itulah langgam yang dipakai.
Beberapa klien saya yang terakhir memiliki kecenderungan langgam Arsitektur Klasik. Hal ini dikarenakan pendidikan yang mereka tempuh di Eropa.Sehingga ketika pulang Ke Surabaya-pun pemikiran bahwa Arsitektur Klasik Eropa adalah yang terbaik.Padahal Arsitektur Indonesia sendiri menurut saya tidak kalah, dan Arsitektur Klasik Eropa yang dilakukan pun harus mempertimbangkan kondisi Surabaya yang Tropis dimana akhir - akhir ini curah hujan cenderung tinggi.
Tetapi mau tidak mau harus kita akui juga perkembangan arsitektur Indonesia tercinta ini tidak lepas dari peranan Kolonial Belanda (yang menjajah kita 350 tahun). kemajuan arsitektur kita juga sangat pesat, boleh dilihat gedung - gedung bersejarah seperti Kantor Gubernur Jatim dsb.
Ya, sebagai orang yang besar di Eropa, klien saya sangat mengagumi Kantor Gubernur Jatim (gedung Grahadi) yang merupakan era Arsitektur modern di Indonesia awal 1900 an, sehingga desain Arsitektur rumah yang ada juga agak mirip dengannya.
Jadi Klasik disini tergeser lebih ke arsitektur modern eropa awal 1900an. Bukan lagi klasik era Yunani atau Rome.Inilah yang saya tangkap dari kecenderungan pemahaman beberapa Klien saya.Jika sempat, silakan mampir ke Graha Family S-53.Kebetulan pembangunan baru dimulai.Berikut saya lampirkan imagenya sebagai
.saran dari anda sangat berrati bagi saya.

Senin, 15 November 2010

Interior



Ya, Interior. Akhirnya saya terjun ke dunia interior juga.
Sebagai seorang arsitek muda sebenarnya saya berharap hanya berada di dunia arsitektur (seperti idealisme yang diajarkan pada jaman kuliah). Namun kenyataan di dunia kerja memaksa saya untuk memasukinya juga.
Sebagaian besar klien saya menginginkan saya mendesain keseluruhan arsitektur maupun interiornya. Sehingga keselarasan dan kesinambungan desainnya akan terjaga.Baik arsitektur eksterior maupun interiornya.
Ya itulah alasan saya terjun juga ke dunia interior.
Saya bekerjasama dengan seorang teman saya yang jauh lebih berpengalaman di dunia interior.Berikut ini saya berikan contoh desain interior kami yang pertama kali kami buat

Selasa, 26 Oktober 2010

RUMAH KECIL NAN MUNGIL


Sebagai Arsitek Freelance, tidak semua owner berasal dari kalangan elit. Salah seorang owner saya merupakan tetangga orang tua saya di kampung. Dengan luasan lahan yang cukup sempit,dengan lebar lahan hanya 5,8 m memaksa saya untuk berpikir keras dalam mendesain denah yang memenuhi semua keinginan dan permintaan ruang.
Tetapi dalam hal tampak, tetangga saya ini tidak terlalu neko - neko.Cukup sederhana kalo menurut saya.Sebagai orang biasa, dia hanya memilih model rumah seperti perumahan -perumahan biasa yang sering kita lihat di pinggiran Surabaya (Sidoarjo).
Sebagai arsitek, mendesain haruslah merupakan bentuk pelayanan kita ke masayarakat.Tidak harus memilih, bahkan terkadang kita juga harus mendesain untuk kepentingan umum yang biasanya free semacam Masjid, Gereja dsb.
Siapa bilang rumah mungil bukan karya arsitektur, mahal dan besar bukan berarti bagus tetapi desainnyalah yang menjadi inti Arsitektur tak peduli murah, kecil, biasa.Hmmm.Setidaknya itulah yang dijelaskan oleh dosen saya dulu.
Ya, inilah rumah kecil nan mungil yang baru saja saya desain.Hmmm

Kamis, 07 Oktober 2010

Arsitektur Sepotong


Ya, seorang teman arsitek saya marah ketika membaca tulisan ini.Apa maksudnya arsitektur sepotong, seperti sepotong kue yang dihidangkan.Hmmm
Sebagai seorang arsitek mau tidak mau kita harus berhadapan dengan berbagai macam klien, yang terkadang cukup memaksa kita beripikir keras. Dan ada juga yang bertipe seperti klien saya yang memberikan saya "Arsitektur Sepotong".Maksudnya?????
Salah seorang klien saya sangat tertarik dengan dunia arsitektur, (karena suaminya juga seorang arsitek)sehingga dia banyak memiliki potongan - potongan kliping karya arsitektur.Yang tentu saja dia memotongnya (baca mengambilnya) dari majalah - majalah arsitektur yang cukup banyak beredar di pasar.
Namun sayangnya (kalo basa guru besar saya jaman kuliah "cilakaknya") semua potongan arsitektur tersebut hanya menunjukkan view- view dan sudut - sudut tertentu dari bagian sebuah arsitektur yang terkadang memaksakan diri (istilah dari teman -teman arsitek saya mengenai artikel - artikel pada majalah - majalah arsitektur yang beredar di pasar). Jadi benar - benar bukan Sepotong Arsitektur namun Arsitektur Sepotong.
Ya, begitu juga klien saya tersebut.Dia ingin menampilkan potongan - potongan arsitektur yang dia miliki ke dalam desain arsitektur rumahnya. Jadilah saya sebagai seorang arsitek dipaksa berpikir keras untuk menyatukan semua potongan tadi (yang sebagaian memiliki langgam berbeda dan masa berbeda). Dan hasilnya adalah sebuah desain Arsitektur Sepotong, yang harus diakui cukup mengarah ke ekletik.

Senin, 20 September 2010

Plagiat


Dunia Arsitektur yang nyata terkadang membuat kita sebagai arsitek merasa sedih.Dikarenakan antara karya satu dengan yang lain boleh dibilang saling meniru (dalam bahasa kerennya plagiat). Cobalah tengok desain perumahan - perumahan yang banyak di Surabaya ini.Antara satu dengan yang lain boleh dibilang hampir sama.
Ya, hal ini pernah saya alami ketika seorang saudara saya meminta meniru desain sebuah rumah yang pernah dia lihat dan difoto .Dia hanya meminta saya membantu mendesain denahnya saja.Tapi tampak depan dia buat sendiri mengikuti tampak tersebut.
Meskipun dengan berat hati, akhirnya saya desain juga.Namun tetap saja saya lakukan perubahan - perubahan pada desain tampak depannya.Karena saya ingin mendesain karya yang berbeda meskipun ukuran lahan, dan kebutuhan ruang yang sama.
Sebagai arsitek saya sedih, marah, kecewa.Namun ternyata semua teman saya sesama arsitek pernah mengalami hal yang sama.
Meski pada akhirnya desain yang keluar berubah cukup banyak dari yang diinginkan saudara saya.Tetap saja saya kecewa, karena dalam hati saya merasa desain ini berdasarkan karya lain.
Teman - teman saya berkata, toh desain akhirnya juga tidak sama dengan yang dicontoh.Tapi tetap saya saja sebagai arsitek saya kecewa. Karena plagiat tidaklah sama dengan inspirasi desain.

Senin, 30 Agustus 2010

Split Level



Hmmm, ya terkadang untuk menghemat ruang.Atau dikarenakan luasan lahan yang cukup mungil, ada beberapa owner saya yang menyiasatinya dengan sistem "Split Level" .
Namun, jika kita terbiasa di lapangan, orang2 lapangan (dalam pengertian pekerja kasar, mandor, dll) biasa menyebutnya sebagai "rumah banci".
Ya, sedikit aneh memang.Namun bisa dimaklumi karena rumah split tidak bisa dibilang 2 lantai, namun juga tidak bisa disebut 3 lantai. Beberapa owner saya memilih sistem ini karena kebutuhan ruang dan desain arsitektural mereka cukup banyak sedangkan luasan yang ada cukup mungil.
Dari segi tampilan arsitekturnya, sistem split tidak akan mengganggu tampak keseluruhan dan malah memberi sebuah aksen yang berbeda dengan bangunan sekitarnya.
Salah satu desain split saya adalah rumah Bapak Leo Herlambang (terima kasih atas kesediaannya)yang terletak di Florence J9-02, Pakuwon City, Surabaya.
Desain ini memberikan warna arsitektural baru bagi lingkungan sekitarnya yang cenderung padat dan mungil.Karena sistem split yang dipakai mampu menjadi aksen yang berbeda dan benar2 baru bagi existing sekitarnya.
Rumah Bapak Leo saat ini sedang dalam tahap pembangunan, seandainya anda berkesempatan silakan mampir untuk melihat-lihat.